Detail Cantuman Kembali
STUDI PENGGUNAAN METIMAZOL PADA PASIEN HIPERTIROID DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA (Studi di lakukan Pada Pasien Rawat Jalan) Periode Januari 2014 - Desember 2017
RINGKASAN
STUDI PENGGUNAAN METIMAZOL PADA PASIEN HIPERTIROID
DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA
(Studi di lakukan Pada Pasien Rawat Jalan)
MAULIANA NUR
Hipertiroid merupakan kondisi meningkatnya sintesis dan sekresi hormon tiroid. Hal ini menyebabkan meningkatnya konsentrasi tiroksin (T4) maupun triiodotironin (T3) dalam serum serta menurunnya konsentrasi Thyroid Stimulating Hormone (TSH). Gejala hipertiroid meliputi palpitasi, berat badan turun walaupun nafsu makan meningkat, insomnia, kelemahan otot proksimal, gangguan pencernaan dan emosi yang labil. Diagnosa hipertiroid ditentukan dengan kadar T4 (T4) dan T3 (T3) yang tinggi dan kadar TSH yang rendah. Pada pasien hipertiroid, terapi yang diberikan berupa obat antitiroid, iodin radioaktif dan tiroidektomi yang disesuaikan dengan etiologi penyakit. Secara umum, antitiroid digunakan sebagai terapi primer hipertiroid atau terapi persiapan sebelum dilakukannya iodin radioaktif atau pembedahan. Metimazol diperkirakan 10 kali lebih poten dibandingkan propiltiourasil, metimazol digunakan 1 kali sehari sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan metimazol untuk mencapai kadar eutiroid. Indikator efektifitas terapi metimazol diukur dengan pencapaian kadar eutiroid yang terlihat dari data labolatorium mencapai nilai rentang normal, dan data klinik meliputi nadi sesudah terapi. Penelitian dilakukan secara retrospektif pada periode Januari 2014 sampai Desember 2017 dan dilaksanakan di Rekam medik Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Sampel penelitian adalah pasien dengan diagnosis hipertiroid dan mendapatkan terapi metimazol, berusia 18-60 tahun, pasien dengan penegakan diagnosis dengan thyroid function test yaitu T3, T4, dan TSH.
Hasil penelitian menujukkan bahwa hipertiroid lebih banyak dialami perempuan (77,8%) dibandingkan laki-laki (22,2%) dengan sebagian besar usia pasien antara 40-60 tahun (77,8%). Gejala klinis yang paling banyak dialami oleh pasien yaitu gemetar (40%), bengkak (37%). Penggunaan terapi pada pasien dikombinasi dengan propanolol untuk mengatasi gejala yang muncul (100%). Dosis awal dengan terapi metimazol yaitu 3x10mg (37%) dengan dosis penjagaan 1x10mg (29,6%). Penggunaan dosis propanolol untuk mengatasi gejala klinis yang paling banyak digunakan adalah 1x10 mg (37%). Kondisi akhir pengamatan setelah mendapatkan terapi metimazol didapatkan 4 pasien (14,8%) masih mengalami hipertiroid, 2 pasien (7,4%) menjadi hipotiroid, 21 pasien (77,8%) menjadi eutiroid.
Keyword : Drug Utilization, Hipertiroidism, Metimazol, Propanolol
Nur, mauliana - Personal Name
6B.S-Far Nur s 13-18
NONE
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2018
Surabaya
xii, 64p.; ill.; tab.; 30cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







